Minggu, Februari 27, 2011

Tak perlu ijin istri untuk mancing.


Kadang saya suka kasihan kepada pemancing yang harus minta ijin kepada istrinya. Merengek-rengek dan tak jarang harus "menyuap" istrinya agar diijinkan. Mengapa harus minta ijin ? kedudukan suami adalah kepala keluarga. Keputusan didalam keluarga dialah yang memutuskan. Lain halnya dengan istri dan anak-anak, jika akan ada aktifitas diluar harus ijin kepada kepada keluarga.


Pemancing seperti itu memang patut dicurigai. Mungkin dimasa lalunya memiliki catatan buruk seperti pernah selingkuh. Menyalah gunakan kepercayaan, sehingga istri harus ekstra ketat menjaga pasangannya. Kalau sudah demikian bukan salah istri. Mungkin juga sang Istri memang memiliki sifat dasar cemburu yang berlebihan.

Bagi saya, yang perlu dilakukan sebelum mancing adalah pamit. Pamit adalah sopan santun jika kita akan pergi keluar rumah. Sehingga pada saatnya diperlukan anggota keluarga tahu kemana kita pergi. Dengan pamit baik-baik akan memperbaiki mood saat mancing. Suasana jadi lebih relax. Dengan demikian diharapkan trip kita akan sukses. Kalau pulang mancing bawa Tengiri dan Kakap Merah jumbo, saya yakin istri menyambut dengan senyum lebar didepan pintu. Dokumentasikan setiap ada trip juga akan menenangkan hati istri dari prasangka-prasangka. Jangan sekali-kali mengkhianati keluarga dengan alasan mancing. Kita sebagai pemancing mesti menjaga betul citra dunia mancing agar tetap baik. Tetaplah jadi pemancing, dan tetaplah setia kepada pasangan.






Tidak ada komentar: