Kamis, Januari 21, 2010

Trip Ke Bunaken


Pucuk dicinta ulam tiba. Itulah ungkapan yang tepat untuk trip saya ini. Betapa tidak salah satu spot terindah yang ingin saya kunjungi ini bisa berbarengan dengan tugas dari kantor ke area Manado.

Penerbangan dari Jakarta ke Manado ditempuh dalam waktu 3 jam. Sedangkan untuk menuju Bunaken ditempuh dengan kapal sekitar 20-45 menit dengan sewa 400rb-800rb sesuai ukuran dan kapasitas. Setiba di Bunaken, alat snorkling plus sepatu katak bisa disewa.60rb per orang. Dan yang tak boleh terlupakan sewa camera bawah air sekalian jasa pemotretan yang dibandrol 350rb untuk 100 gambar.

Jika anda ada kesempatan, masukan spot ini dalam agenda perjalanan anda. Dijamin akan menjadi perjalanan yang tak terlupakan. Pemandangan bawah air yang sangat menawan ditambah ikan-ikan cantik yang sangat bersahabat. Cukup dengan biskuit ikan akan mendekat dan menyapa anda. Sekembali ke darat beraneka souvenir khas Bunaken dan kaos-kaos bisa menjadi buah tangan anda kembali ke kota asal.


Selasa, Agustus 25, 2009

Trip Mancing di Krakatau 15-16 Agustus 2009







Sedemikian kuatnya ingin merasakan pengalaman mancing di spot yang baru, tercetuslah ide ingin mancing ke krakatau. Apalagi jika membaca report dari teman-teman mania baik di tabloid maupun di fishyforum. Hasilnya lagi bagus. Setelah buka lowongan selama seminggu di forum, terkumpulah 6 angler . Berangkat dari base di rumah Helmi yaitu Dicky, Thamrin, Rio wartawan MM. Kemudian menjemput Imam di halte pancoran, Evans di Plaza Mandiri Sudirman kemudian saya dirumah. Perjalanan menuju merak ditempuh dalam 2 jam. Kami sudah ditunggu P. Nurdin pemilik kapal dan Kapten Yanto dan ABK. Karena dermaga dangkal, Semua peralatan dan logistik dilangsir bareng sama penumpang pakai boat kecil menuju KM. Dewi Fortuna.

Setelah perjalanan satu setengah jam mesin kapal problem. Cadangan olie mesin tipis. Karena alasan keamanan kapten memutuskan pulang kembali ke dermaga. Akhirnya kami kehilangan waktu 3 jam percuma. Hari itu gelombang sedang cukup besar. Mestinya kami bisa potong kompas. Terpaksa kapal diarahkan ke Bakahuni. Mancing dasaran kira-kira satu jam. Hasilnya cukuplah ntuk lauk makan siang. Menyusuri tepian pulau sumatera trus menuju pulau Sebesi dan akhirnya sampailah di Krakatau.






Aksi kami yang pertama adalah popping di karang mandi. Selama kurang lebih satu setengah jam popper menghujani seputar karang. Namun belum ada sambutan. Entah ikannya lagi kurang sensi atau memang tidah ada ikannya. Setelah capek dan gelombang besar sehingga tidak memungkinkan lagi popping diatas atap kami ganti teknik mancing dasaran dengan umpan cumi. ikan wakung, kakap merah, kerapu dan kurisi berhasil kami naikan keatas kapal.






Hampir tiap jam gunung krakatau meletus meski dengan skala kecil. Suatu ketika terdengan suara seperti petir. Kami semua kaget luar biasa. Ternyata setelah beberapa jam tidak meletus, rupanya energi yang terkumpul menjadikan ledakan yang cukup besar. Hembusan lava pijar dan sebagian tergelincir ke lereng gunung. Pemandangan yang luar biasa.






Malam itu kami menginap di atas kapal masih di seputar Krakatau. Sebagian besar tidur dan sebagian mancing dasaran, ngoncer dan nyerok cumi. 2 ekor kakap merah, Alu-alu dan kurisi menambah isi coolbox kami. Pagi harinya kami kembali Popping menyisir pulau hingga karang mandi tempat pertama kali popping kemarin. Hingga jam 10 olahraga lumayan juga. Akhirnya kami memutuskan meninggalkan krakatau. Dalam perjalanan kami bertemu nelayan asal lampung dan kami turut nimbrung di spotnya. kurang lebih 10 ekor ikan kue lilin ukuran setengah kilo dan GT 4 kg berhasil kami naikan ke atas kapal. Sekitar jam 3 kami putuskan untuk kembali ke dermaga. Dalam perjalanan pulang kami sempatkan foto-foto. Alhamdulillah...perjalanan kami aman sampai rumah masing-masing.








Rabu, Juli 22, 2009

GT Pulau Tempurung dan Sangyang Merak.

Atas dasar referensi dari Sony ( teman di Fishyforum ) saya dikenalkan dengan Kapten Bambang salah satu yang biasa mengajak pemancing ke pulau Tempurung dan Sangyang. Berangkat dari jakarta jam 02.00 sampai di dermaga jam 05.00. Setelah semua peralatan dan logistik naik, kapalpun berangkat menuju tendak ( rumpon ) untuk mencari ika tembang yang akan dijadikan umpan ikan Tengiri.



Spot pertama di P. Tempurung. Semua menurunkan pancing analannya masing-masing. Saat itu arus sangat kuat. Mau tak mau kapal digeser ke spot yang memungkinkan ikan target berada. Kami memang sedang sial. Kapal mendadak tidak mau di start. Ikan tembang yang dijadikan umpan sebagian besar mati dan tak mungkin lagi berburu terngiri. Teknik mancing dirubah menjadi mancing dasaran. Beruntung buat Lubis yang berhasil strike baby GT sekitar 2 kg. Karena tak ada ikan lain yang bisa dimasak sebagai lauk umpan makan siang maka Lubis merelakan ikannya dimasak. Menu nasi kuningpun ( setengah gosong ) kami lahap siang itu.

Tepat jam 03.00 bantuan baru datang. Kami pindah mancing dasaran dan popping di P. Sangyang. sampai sore. Tak ada ikan berarti yang berhasil kami naikan ke kapal. Beberapa kali ikan cendro hoke, namum akhirnya mocel juga.

Trip ini memang trip explorasi. sehingga kesuksesan mancing bukan dari hasil. Melainkan dari pelajaran yang bisa diambil untuk trip berikutnya.










Berburu Tuna Di Pelabuhan Ratu.

Berawal ingin mengadakan trip mancing ke spot baru, 19 Juli 2009 yang lalu Saya, Helmy,Lubis,Tri dan Jonlee memutuskan untuk mancing Tuna di Pelabuhan Ratu. Kami sepakat berkumpul jam 22.00 di MD Sarinah seperti biasanya. Dan Jam 23.00 kami meluncur dengan Kijang Inova Pak Tri. Pukul 03.00 tiba di Pelabuhan Ratu. Sarapan Bubur dan persiapan di dermaga 2 untuk start jam 04.00.
Sepanjang perjalanan menuju spot kami pergunakan untuk tidur karena dalam perjalanan jakarta menuju pelabuhan ratu kami habiskan untuk mengobrol menemani pak Tri mengemudi. Sampai spot lawang jampang kapal berputar-putar dan tuna tak kunjung muncul. Akhirnya kami putuskan mancing popping di karang hantu hingga makan siang. Hasilnya pun masih nol besar.

Kapal pun mencoba berputar-putar kembali. Sinyal burung yang berkerumun menandakan adanya tuna yang sedang pesta teri. Kapalpun dipacu dan jig 40gr dilemparkan. Masih belum berhasil hoke. Terus berulang-ulang hingga jam 16.00 tetep nol. Tak kurang ada 4 kapal yang turut berburu tuna hari itu. Hari itu tuna tidak terlalu banyak. Mungkin karena persediaan teri yang jadi buruannya juga sedikit. Akhirnya kami putuskan untuk mencoba teknik bottom fishing. Alhasil beberapa ekor kerapu, kurisi dan ikan kambing-kambing berhasil dingkat keatas kapal.

Rasa penasaran sudah terobati meski belum berhasil membawa pulang Tuna. Lain kali pasti kami berhasil.






Rabu, Juli 15, 2009

Mancing Kue Rambe


Nama ikan Kue dimasyarakat sudah tidak asing lagi. Rasanya yang enak sesuai dengan Namanya "Kue". Dikalangan pemancing ikan ini disukai karena perlawanannya yang luar biasa, meskipun secara bobot kecil.
Bulan Mei lalu, saya pernah merasakan tarikan ikan Kue Rambe. Bentuknya seperti layang-layang, badannya pipih, dan ada semacam "rambut" makanya dinamakan Kue Rambe. Teknik mancing ikan ini saya lakukan dengan umpan udang hidup yang dikait bagian ekornya. Leader kira-kira satu meter, kili-kili dan timah pemberat bebas.
Spot ikan ini biasanya di tempat-tempat tertentu saja. Seperti di Tanjung Kait, tidak semua bagan ditemukan ikan ini. Para pemancing senior sudah paham ini. Makanya jika sedang musim ikan ini dan pemancing ramai, bagan tertentu bisa jadi rebutan.

Selasa, Maret 24, 2009

Kampanye Terbuka, Perlukah ?

Beberapa pekan lagi kita akan memasuki tahap pemilu legislatif. Hingar bingar pesta demokrasi kali ini berbeda tangan pemilu sebelumnya. Di tahun 2004 poster, baliho, dan stiker foto caleg dan DPD tidak seperti tahun 2009 ini. Namun kampanye yang berupa Rapat Umum masih diminati para simpatisan. Tahun 2009 ini perlukah kampanye deran rapat umum yang diikuti arak-arakan di jalan Umum ?
Jika kita lihat lebih detail lagi, siapakah yang hadir di kampanye rapat-rapat umum sekarang ? Para karyawan, pedagang, pegawai negeri, petani, nelayan ? saya yakin yang hadir bukan yang saya sebut tadi. Mungkin lebih banyak orang-orang yang tidak berkepentingan dengan agenda-agenda kampanye yang di usung parpol. Jika harus di katakan terus terang, orang-orang yang hadir adalah orang-orang bayaran. Orang yang tidak punya kerjaan.
Para pengurus parpol harus lebih cermat lagi. Untuk apa kampanye dengan biaya besar hasilnya tidak efektif. Jika melihat trend saat ini masyarakat sudah tidak antusias dengan kampanye model ini. Masa kampanye terbuka masih adem-adem saja. Jadi masih perlukah kampanye rapat umum terbuka ?

Rabu, Maret 18, 2009

Rumpon

Para pemancing dan masyarakan awam saya yakin sering mendengar kata ini. Terjemahan umumnya adalah rumah ikan yang sengaja dibuat orang agar ikan berkumpul dan mudah dipancing. Mengapa ikan senang berkumpul di rumpon karena daerah ini jadi tempat berkumpulnya plankton dan ikan kecil sehingga ikan ikan predator juga tertarik mendekati rumpon, diantaranya ikan pelagis, Kakap Merah, Kerapu, Tuna dan Cakalang.

Ada dua jenis rumpon, rumpon terapung dan rumpon ikan dasar. Bagaimana membuat rumpon ? untuk rumpon dasar cara yang paling sederhana adalah dengan cara menenggelamkan barang-barang yang sudah tidak terpakai seperti ban bekas, becak, kapal tua dan lain-lain. Sedang rumpon terapung terbuat dari batu pemberat, tali plus daun lontar atau kelapa, dan pelampung. Rumpon-rumpon modern saat ini dibuat dari jaring bekas dan dilengkapi dengan Fishfinder ( pendeteksi ikan ) dan monitor. Bahkan posisinya sudah dicatat di GPS sehingga posisinya mudah ditemukan.