Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Kamis, Oktober 07, 2010

Negeri Para Preman.


Seperti lazimnya pejabat baru, Kapolda Metro Jaya yang baru Irjen Sutarman berjanji akan menangkapi preman yang meresahkan masyarakat. Yakinkan anda dengan janji ini ?. Sebelumnya mari kita tengok kebelakang sejarah preman di Indonesia. Pendiri kerajaan Singosari, Ken Arok mengawali kariernya sebagai begal atau rampok. Pada masa kolonial preman tumbuh semakin subur. Centeng seganja dipelihara guna kepentingan penguasa dan sebagian lagi berusaha mngerogoti penguasa seperti Legenda Si Pitung. Pada masa kemerdekaan preman diperalat untuk mendukung partai. sedangkan pada masa kini preman sudah semakin terorganisir rapi dibalik nama organisasi kemasyarakatan.


Preman masa kini semakin lama semakin meresahkan masyarakat. Masih lekat dalam ingatan kita peristiwa bentrokan di Kemang yang menewaskan 3 orang. Bank mengunakan jasanya untuk menagih hutang. Perusahaan-perusahaan menggunakan jasanya untuk menjaga keamanan kawasan yang dikuasainya.


Jadi preman mana yang akan dibereskan Pak Kapolda ?

Rabu, Oktober 06, 2010

Ketegasan atau Ketakutan


Pembatalan kunjungan kenegaraan SBY atas undangan Ratu dan PM Belanda sontak mengagetkan kita semua. Betapa tidak, kunjungan yang sudah direncanakan dengan matang, bahkan seluruh rombongan dan bagasi sudah diatas pesawat dibatalkan satu jam menjelang tinggal landas. Dalam jumpa pers Presiden beralasan bahwa, pada saat yang sama pengadilan HAM di Belanda akan memutuskan gugatan dari RMS tentang pelanggaran HAM. Dan Presiden terancam ditangkap jika pengadilan memutuskan bersalah. Sebagai negara, Belanda pun tak bisa mencampuri putusan pengadilan.

Beberapa kalangan memuji dan mengangap pembatalan kunjungan ini sudah tepat dan dianggap sebagai ketegasan. Namun beberapa kalangan juga menilai pembatalan ini sebagai ketakutan yang berlebihan. Bukankah sebagai Presiden, SBY memiliki kekebalan ( Hak Imunitas ) dimanapun presiden berada.

Jadi sikap SBY sebagai ketegasan atau ketakutan ? Terserah persepsi anda.

Selasa, Maret 24, 2009

Kampanye Terbuka, Perlukah ?

Beberapa pekan lagi kita akan memasuki tahap pemilu legislatif. Hingar bingar pesta demokrasi kali ini berbeda tangan pemilu sebelumnya. Di tahun 2004 poster, baliho, dan stiker foto caleg dan DPD tidak seperti tahun 2009 ini. Namun kampanye yang berupa Rapat Umum masih diminati para simpatisan. Tahun 2009 ini perlukah kampanye deran rapat umum yang diikuti arak-arakan di jalan Umum ?
Jika kita lihat lebih detail lagi, siapakah yang hadir di kampanye rapat-rapat umum sekarang ? Para karyawan, pedagang, pegawai negeri, petani, nelayan ? saya yakin yang hadir bukan yang saya sebut tadi. Mungkin lebih banyak orang-orang yang tidak berkepentingan dengan agenda-agenda kampanye yang di usung parpol. Jika harus di katakan terus terang, orang-orang yang hadir adalah orang-orang bayaran. Orang yang tidak punya kerjaan.
Para pengurus parpol harus lebih cermat lagi. Untuk apa kampanye dengan biaya besar hasilnya tidak efektif. Jika melihat trend saat ini masyarakat sudah tidak antusias dengan kampanye model ini. Masa kampanye terbuka masih adem-adem saja. Jadi masih perlukah kampanye rapat umum terbuka ?